sebuah catatan mengenai tendensi manusia dalam memelihara harapan di tengah realitas yang tidak selalu kooperatif. Di antara moralitas ketengan, tuntutan sosial, serta konstruksi keberhasilan yang terus direproduksi oleh lingkungan sekitar, ekspektasi perlahan menjelma menjadi sesuatu yang abstrak terlihat jelas dari kejauhan, namun sulit didefinisikan ketika didekati.
sebab pada beberapa fase imajinasi kehidupan, mengenai masa depan bukan sekadar angan angan tetapi ia menjelma menjadi instrumen yang memungkinkan seseorang tetap bertahan menghadapi belum realitas yang sepenuhnya berpihak.